Friday, September 5, 2008

Balada Mudik Lebaran

Setiap tahunnya, di Indonesia, mudik hari raya merupakan tradisi, baik lebaran maupun natal. Karena sebagian besar penduduknya Muslim, maka mudik lebaran merupakan fenomena tersendiri. Tiket tujuan ke semua daerah di Indonesia kalau lebaran tiba menjadi berlipat harganya dan tiba-tiba menjadi langka. Dari tiket kereta sampai pesawat. Bahkan travel pun saya yakin musti pesan jauh-jauh hari, kalau tidak bakal kehabisan juga.

Makanya, antrian panjang di berbagai stasiun di Jawa (setahu saya jalur kereta yang paling aktif memang hanya di pulau ini, entah kalau di Sumatera bagaimana) sebulan sebelum keberangkatan menjelang lebaran menjadi berjubel dipenuhi orang-orang yang bersemangat liburan atau “mudik”, istilah yang sering dipakai. Walaupun dibilang bahwa ada kereta tambahan, tetap saja tiket sudah habis dari pagi. Contohnya pagi ini, saya berencana kembali ke Jakarta tanggal 5 Oktober, tiket bisa dipesan sebulan sebelumnya yang artinya adalah hari ini. Mengapa tanggal 5, karena tanggal 6 kantor sudah mulai lagi dan kalau sampai Jakarta setidaknya semalam sebelumnya maka bisa beristirahat dahulu setelah 8 jam perjalanan. Kami sudah berada di Gambir sekitar jam 08.20. Betapa senangnya saya karena tidak melihat antrian panjang. Tetapi ketika sampai di depan loket, diberitahu bahwa semua tiket dari Yogya-Gambir di hari itu sudah habis untuk semua kereta. Itu berarti dalam hitungan satu jam lebih sedikit, semua tiket sudah ­sold out! Hebat bukan?

Waktu itu saya heran juga, bukannya katanya pembelian tiket diperketat untuk menghindari calo – PT KAI sedang disorot di banyak media re: calo tiket ini – tetapi tetap saja tiketnya sudah habis sejak pagi. Ini juga karena memang sistem pembelian tiket KA sekarang online sehingga bisa diakses di stasiun manapun di Indonesia. Tapi tetap saja kecewa juga. Teman saya sempat berkomentar sehari sebelumnya waktu kami ke Gambir karena salah menghitung tanggal, ada spanduk yang bertuliskan kira-kira “Calo tidak memecahkan masalah”, tapi begitu kami keluar dari pemesanan tiket sudah ada orang yang menawarkan tiket, jadi mana yang benar?

Kalau tiket kereta sudah habis, sebenarnya bisa coba pesawat tapi ya ampyun tiket pesawat ke Yogya itu mungkin sama mahalnya dengan tiket ke Bali. Huaduh, cape deh … heran kenapa bisa begitu. Mungkin karena memang banyak orang yang sering mondar mandir ke Yogya kali yaa … NY memang selalu menarik, karena harga-harga yang jauh lebih murah, batik-batik yang beraneka, jajanan yang macam-macam, dan relatif dekat dari Jakarta. (catatan: NY=NewYorkarto Hadiningrat…:D).

Ya, begitulah, pelajaran moral penting dari peristiwa di atas adalah, jikalau Anda ingin berlibur ke Yogya, baik lebaran maupun bukan, dan Anda adalah tipe orang yang masih berpikir soal keuangan, maka pesanlah tiket dan rencanakanlah perjalanan Anda dari jauh-jauh hari supaya Anda tidak mengalami yang saya alami, pusing nyari tiket pulang…terlalu…

Tuesday, August 19, 2008

Merdeka!!!

Apa yang berbeda dari HUT RI tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya? Dari keramaian menurutku sama saja, pawai bernuansa merah putih dimana-mana, umbul-umbul maupun hiasan merah putih dan warna warni masih saja ada, lomba gapura paling kreatif kayaknya masih menjadi agenda salah satu TV swasta, terus upacara bendera tetap on walau hari minggu (rajin ya bo’). Terus apa yang berbeda? Mungkin karena waktu upacara di lapangan tenis, setelah upacara selesai anak-anak Sekdilu 33 tidak menyanyikan lagu-lagu nasional yak? Tapi tidak tahu apa tahun lalu anggota Sekdilu masih juga bernyanyi untuk para peserta upacara?

Anyway, the point is, apa yang sebenarnya berbeda dari HUT RI ke-63 ini? Waktu tanggal 16 Agustus malam aku jalan ke Ambasador, kenapa ya rasanya malam itu seperti malam lebaran minus takbiran. Terus paginya pas tanggal 17 Agustus, niat pengen jalan ke ITC mau liat-liat kebaya karena ada temen yang perlu beli, tetapi ternyata dari ITC Mangga Dua sampai Kuningan tutup. Bisa bayangin gak ITC tutup di siang bolong? Seingatku aku belum pernah “ditolak” masuk ITC atau mall walapun ada perayaan apapun, bahkan lebaran haji. Tapi tanggal 17 Agustus kemarin, mereka meliburkan diri, antara takjub dan tak percaya, ada fenomena apa ini (kenapa jadi seperti paranormal melihat situasi ya…)


Terus ketika ke Plangi, itu department store yang ada disana gak buka sampai jam 12 siang, kalau toko-toko kecil dan tempat makan sih sudah ramai. Tidak tahu kenapa, tanggal 17 Agustus tahun ini seperti lebaran hari pertama saja, orang-orang semangat libur. Atau mungkin karena Senin juga libur jadi pada pulkam. Well, apapun itu Merdeka !!!